Indonesia kaya akan cerita rakyat dan tempat-tempat penuh misteri yang menyimpan sejarah, budaya, dan mitos turun-temurun. Salah satu tempat yang menarik perhatian karena keunikannya dan aura mistisnya adalah Tugu Seloaji, sebuah batu besar yang berdiri tegak dan dikenal masyarakat sekitar sebagai tugu sakral yang menyimpan kisah tragis sekaligus mistis. Tugu Seloaji terletak di sebuah desa yang tenang di wilayah Jawa Tengah, dikelilingi oleh pepohonan dan ladang. Sekilas, batu ini tampak seperti batu biasa yang berdiri vertikal, namun bagi masyarakat setempat, ia bukan sekadar batu. Tugu ini diyakini sebagai penanda sejarah yang kelam dan menjadi simbol dari kisah cinta, pengkhianatan, serta kutukan.
Menurut cerita turun-temurun, dahulu kala hiduplah seorang pemuda bernama Seloaji, yang dikenal karena ketampanan, keberanian, dan kesaktiannya. Ia adalah pendekar muda yang disegani, dan jatuh cinta kepada seorang putri dari kerajaan kecil di lereng gunung. Cinta mereka semula direstui, hingga suatu ketika sang putri dijodohkan oleh ayahnya dengan bangsawan dari kerajaan lain demi aliansi politik.
Seloaji yang kecewa dan patah hati memilih mengasingkan diri ke hutan. Konon, di tengah pelarian batinnya, ia bertapa di tempat yang kini menjadi lokasi tugu. Dalam versi mistisnya, Seloaji bersumpah tidak akan meninggalkan tempat tersebut hingga cintanya bersatu kembali. Hari demi hari ia bermeditasi hingga tubuhnya berubah menjadi batu. Batu itulah yang kini dikenal sebagai Tugu Seloaji.
Tugu Seloaji bukan hanya dianggap sakral, tapi juga memiliki nuansa mistis yang kuat. Masyarakat sekitar percaya bahwa tugu tersebut dijaga oleh makhluk halus atau arwah Seloaji sendiri yang belum tenang. Banyak orang mengaku merasakan hawa dingin, mendengar suara tangisan di malam hari, bahkan melihat sosok bayangan di sekitar batu.
Ada beberapa pantangan yang dipercaya masyarakat sekitar, seperti:
Tidak boleh bersikap tidak sopan di sekitar tugu.
Dilarang berbicara kotor atau bercanda berlebihan.
Pasangan yang belum menikah dilarang datang bersama, karena dipercaya hubungan mereka akan kandas.
Setiap tahun, beberapa warga dan peziarah datang ke Tugu Seloaji untuk berdoa, memohon keselamatan, dan terkadang mencari petunjuk hidup. Pada malam-malam tertentu seperti malam Jumat Kliwon, tugu ini dipercaya memiliki energi spiritual yang kuat. Sesajen seperti bunga, dupa, dan air kembang sering diletakkan di dekat batu sebagai bentuk penghormatan.
Tugu Seloaji bukan hanya batu berdiri, tetapi bagian dari warisan budaya lisan yang memperkaya khazanah cerita rakyat Indonesia. Kisah tragis Seloaji menjadi pelajaran tentang cinta, kesetiaan, dan penderitaan, sementara nuansa mistisnya membuat tempat ini tetap dihormati hingga kini. Entah mitos atau kenyataan, keberadaan Tugu Seloaji menjadi pengingat bahwa setiap tempat memiliki cerita, dan tidak semua bisa dijelaskan oleh logika semata.