Sugar glider merupakan hewan kecil yang lucu dan menggemaskan. Hewan ini berasal dari Australia dan Papua, serta termasuk dalam golongan mamalia nokturnal (aktif di malam hari). Nama “sugar glider” berasal dari kebiasaannya menyukai makanan manis seperti buah dan kemampuannya meluncur di udara menggunakan selaput kulit di antara kaki depan dan belakangnya. Karena ukurannya mungil dan perilakunya yang unik, sugar glider kini banyak dipelihara sebagai hewan kesayangan. Namun, untuk memeliharanya dengan baik, diperlukan perhatian dan cara perawatan yang tepat.
1. Menyiapkan Kandang yang Nyaman
Langkah pertama dalam memelihara sugar glider adalah menyiapkan kandang yang aman dan nyaman. Meskipun tubuhnya kecil, sugar glider sangat aktif dan suka melompat, sehingga kandangnya harus cukup luas dan tinggi. Ukuran minimal kandang yang ideal adalah 60 x 40 x 80 cm. Gunakan kandang dengan jeruji rapat agar hewan ini tidak kabur.
Di dalam kandang, sediakan tempat tidur berupa kantong kain atau sarang dari bahan lembut, karena sugar glider suka bersembunyi dan tidur di tempat yang hangat. Selain itu, tambahkan ranting kecil atau mainan gantung agar mereka bisa beraktivitas dan tidak stres. Letakkan kandang di tempat yang tenang, tidak terkena sinar matahari langsung, dan jauh dari kebisingan.
2. Pemberian Pakan yang Tepat
Sugar glider dikenal sebagai hewan pemakan segala (omnivora). Di alam liar, mereka makan buah, nektar bunga, serangga kecil, dan getah pohon. Saat dipelihara, berikan makanan yang bervariasi agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Pakan utama bisa berupa buah-buahan segar seperti apel, pepaya, pisang, dan anggur. Sesekali tambahkan protein seperti jangkrik, ulat hongkong, atau telur rebus. Anda juga dapat memberikan madu sebagai sumber energi alami, tetapi jangan terlalu sering karena kandungan gulanya tinggi. Pastikan selalu tersedia air bersih di kandang agar sugar glider tidak dehidrasi.
3. Menjaga Kesehatan dan Kebersihan
Kebersihan kandang sangat penting agar sugar glider tetap sehat. Bersihkan kandang minimal dua kali seminggu dengan air hangat dan sabun lembut. Gantilah alas atau kain tempat tidurnya secara rutin agar tidak bau dan bebas dari kuman.
Selain itu, perhatikan tanda-tanda kesehatan sugar glider. Jika terlihat lesu, kehilangan nafsu makan, atau bulunya rontok, segera bawa ke dokter hewan. Sugar glider yang sehat biasanya aktif, memiliki mata cerah, dan bulu yang halus.
4. Melatih dan Menjinakkan Sugar Glider
Sugar glider adalah hewan sosial yang membutuhkan interaksi dengan pemiliknya. Untuk menjinakkannya, biasakan memegangnya secara lembut sejak kecil. Anda bisa mengajaknya bermain setiap hari agar terbiasa dengan suara dan bau tubuh Anda. Gunakan kantong kain atau “bonding pouch” untuk membawanya, sehingga ia merasa aman dan nyaman.
Hindari berteriak atau bergerak secara tiba-tiba di dekatnya, karena hewan ini mudah kaget. Dengan kesabaran dan perhatian, sugar glider akan menjadi jinak dan setia kepada pemiliknya.
Kesimpulan:
Memelihara sugar glider memang membutuhkan perhatian khusus, tetapi hasilnya sangat memuaskan. Dengan kandang yang nyaman, makanan bergizi, serta perawatan dan kasih sayang yang cukup, sugar glider dapat hidup sehat dan bahagia hingga 10–15 tahun. Hewan mungil ini bukan hanya lucu untuk dilihat, tetapi juga bisa menjadi teman yang setia jika dirawat dengan penuh kasih sayang.